Contoh Karya Ilmiah

beberpa waktu lalu, sulis dapet tuga disuruh bikin Karya ilmiah tentang Hukum Bernouli, agak mengalami kesulitan sih,, mana nyari di dunia maya malah nambah puyeng. belajar dari pengalaman, sulis mo bikin posting contoh karya ilmiah remaja, untuk temen2 lain,,,, semoga berguna,,

TUGAS FISIKA

D

I

S

U

S

U

N

Oleh:

1. Rista Fitriani

2. Sulistya Wahyuningsih

3. Della Jenisa

4. Erlinda Purnamasari

 

SMA N 3 PANGKALPINANG

TAHUN AJARAN 2010/2011

Karya Ilmiah Remaja

“Penerapan hukum bernouli”

Kata Pengantar

Kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan ridho-Nya kami dapat menyelesaikan laporan penelitian ini. Fisika merupakan cabang dari pelajaran IPA. Melalui Fisika kita dapat memanfaatkan suatu kejadian yang terjadi di lingkungan dalam kehidupan sehari-hari yang sebelumnya tidak dapat digunakan. Laporan penelitian ini kami peroleh dari suatu penelitian bukan omong kosong belaka.

Saya juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu saya dalam pembuatan karya ilmiah ini dan berbagai sumber yang telah saya pilih sebagai data dan fakta pada karya ilmiah ini. Saya menyadari bahwa saya hanyalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan karya ilmiah ini yang telah saya selesaikan. Tidak semua hal dapat saya deskripsikan dengan sempurna dalam karya tulis ini. Namun saya melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan dan pengetahuan yang saya miliki. Saya akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki karya ilmiah saya di masa datang. Oleh karena itu, penelitian ini dapat kami tulis supaya dapat berguna bagi pembaca.

Pangkalpinang, 11 januari 2011

Tim Penyusun

Daftar Isi

Kata Pengantar………………….………………………………………………………………………..iii

Daftar Isi………………………………………………………………………………………………..iv

BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………………………………………………….1

1.1 Landasan Teori…………………………………………………………………1

1.2 Tujuan………………………….…………………………………………………….3

1.3 Waktu Praktikum………….…………………………………………………….3

BAB 2 ISI………………………………………………………………………………………………………4

2.1 Alat dan Bahan………….………………………………………………………..4

2.2 Cara Kerja………………….……………………………………………………….5

2.3 Hasil Pengamatan………..……………………………………………………..6

2.4 Analisa Data………….…………………………………………………………….6

BAB 3 PENUTUP…………………………………………………………………………………………..7

3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………7

3.2 Saran………………………………………………………………………………….7

Daftar Pustaka………………………………….………………………………………………………….8

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Landasan Teori

Gambar 1.1

Dalam kehidupan sehari-hari, asas Bernoulli diterapkan pada karburator mobil, venturimeter, pipa pitot, botol penyemprot parfum, dan alat semprot serangga. Asas Bernoulli juga dapat digunakan untuk melakukan kalkulasi kebocoran pada tangki air yang seperti kami praktekkan.

Gambar 1.1 menunjukkan sebuah kaleng yang diisi air sampai kedalaman h1. Pada dinding kaleng terdapat lubang kebocoran yang terletak pada ketinggian h2 yang diukur dari dasar kaleng.

Jika m adalah massa zat cair yang berpindah. ρ ( rho) adalah massa jenis zat cair dan m/ρ adalah volume zat cair yang berpindah. Maka jumlah semua usaha yang menggerakkan zat cair adalah sama dengan bertambahnya energi kinetik dan energi potensial.

Wtot = Ek + Ep

F1 . l1 – F2 . l = Ek + Ep

(P1 . A1 . l1) – (P2 . A2 . l2)

= (½mv22 – ½mv12) + (mgh2 – mgh1) P1 . m/ρ – P2 . m/ρ

= (½mv22 – ½mv12) + (mgh2 – mgh1 )P1 . m/ρ + mgh1 + ½mv12

= P2 . m/ρ + mgh2 + ½mv22

P1 + ½ρv12 + ρgh1 = P2 + ½ ρv22 + ρgh2

Atau

P + ρgh1 + ½ ρv2 = Konstan

Ket :

P = Tekanan (kpa)

h = tinggi sistem diatas bidang acuan (m)

ρ = massa jenis fluida (kg/m3)

v = kecepatan fluida (m/s)

g = percepatan gravitasi (m/s2)

Persamaan diatas disebut juga sebagai Persamaan Bernoulli. Persamaan Bernoulli sangat berguna untuk penggambaran kualitatif berbagai jenis aliran fluida. Persamaan Bernoulli diatas dikenal sebagai persamaan untuk aliran lunak, fluida inkompresibel, dan nonfiskos.

1.2 Tujuan

Membandingkan perpindahan fluida berdasarkan Hasil Observasi dan Teori (rumus).

1.3 Waktu Praktikum

Tempat : Jln.Hayati, Perumnas Kace

Hari,tanggal : Jum’at, 11 Maret 2011

Waktu : Pukul 13.00-16.00

BAB 2

ISI

2.1 Alat dan Bahan

1. Kaleng berisi air 5. Gayung

2. Kursi 6. Ember

3. Meteran 7. Paku

4. Palu

2.2 Cara kerja

1. Kami menyiapkan satu kaleng biskuit bekas atau bejana-bejana lainnya yang bisa digunakan untuk menampung air.

2. Selanjutnya, kami melubangi kaleng tersebut dengan paku dan palu pada titik ¼ dari tinggi kaleng.

3. Kami meletakkan kursi di permukaan tanah yang datar dan kemudian meletakkan kaleng tersebut ke atas kursi, kami meletakkan pada tepi kursi yang menghadap ketanah agar mempermudah proses pengukuran.

4. Sebelum kami mengisi air, sumbat terlebih dahulu lubang pada kaleng, lalu kami mengisi penuh kaleng tersebut dengan air.

5. Kami meletakkan meteran di permukaan tanah agar dapat mengukur air yang akan memancar dari lubang tersebut.

6. setelah semua persiapan selesai, kami melepaskan penyumbat pada lubang kaleng, dan keluarlah air dari lubang tersebut dan memancar pada permukaan tanah yang sebelumnya sudah kami persiapkan meteran di sisi pancaran air, kemudaian kami mengukur jarak pancaran air terjauh.

2.3 Hasil pengamatan

Setelah kami mengukur dengan meteran kami dapati hasil berikut:

Dik, htotal = 67 cm= 0,67 m

h1 = 16 cm= 0,16 m

h2 = 51 cm= 0,51 m

x = 49 cm= 0,49 m

Dit, x=….? pada rumus

v=….?

t=….?

Jawab :

x=2 √h1.h2 v= √2.h2 t= √2.gH

=2 √0,16.0,51 g = √2.10.0,67

=2 √0,0816 = √2.0,51 = √13.4

=2.0,28 10 = 3,66 m/s

=0,56 m = √1,02

10

= √0,102

= 0,319 s

2.4 Analisa Data

Setelah kami melakukan percobaan, ternyata hasil perhitungan berdasarkan rumus dengan berdasarkan praktek tidak sama percis ( beda-beda tipis). Ini dikarenakan beberapa faktor yang mempengaruhi misalnya, kekuatan angin disekitar lokasi pekerjaan, diameter lubang yaitu semakin kecil lubang, maka akan semakin jauh jarak pancaran air yang akan keluar dari lubang tersebut.

BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dalam suatu percobaan, nilai yang kami peroleh dari mempraktekkan dengan menghitung rumus berseda tipis. Hal itu terjadi dikarenakan beberapa faktor misalnya, kekuatan angin disekitar lokasi pekerjaan, diameter lubang yaitu semakin kecil lubang, maka akan semakin jauh jarak pancaran air yang akan keluar dari lubang tersebut.

3.2 Saran

1. Dalam mengukur, kita harus benar-benar teliti.

2. Pengukuran juga harus tepat.

3. Dalam penggunaan rumus, harus teliti dalam menghitung.

DAFTAR PUSTAKA

Purwoko, Fendi. 2006. Fisika SMA Kelas X, XI, XII. Bogor: Yudhistira.

Ruwanto, Bambang. 2007. Asas-Asas Fisika 2B Kelas XI. Yogyakarta: Yudhistira.

8

6 thoughts on “Contoh Karya Ilmiah

  1. Mbak Sulis, OOT, tapi rasanya lebih bagus kalau makalah ditulis dalam bentuk dokumen saja (dokumen terbuka lebih bagus, karena bisa diakses semua orang), nanti diunggah ke blog ini atau lokasi lain yang dapat diakses publik, jadi di sini hanya ada pengantarnya saja :).

    Jadi hasilnya kan lebih rapi. Kalau pengguna WordPress.com, coba deh baca di: http://en.support.wordpress.com/uploading-documents/

    Hanya saran saja sih Mbak :).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s