AKHIR DARI PERSAHABATAN:EPISODE 1

Biar badai menghantam terjang,,

Takkan bisa menghancurkan persahabatan kami,,

Biar ombak terus mengikis karang,,

Takkan mampu mengikis benteng persahabatan kami,,

Seuntai kata yang ku buat,, ketika melawan teriknya sinar matahari, asap kendaraan yang terus berlalu lalang, kepalaku sudah begitu pusing bukan kepalang, pandangan ku kabur, kulihat kedua bocah yang masih semangat cekakak-cekikikan sambil tertawa melihat diriku yang dari tadi tak sanggup lagi menahan panasnya didalam mobil angkot. Ini semua gara-gara kedua bocah gendeng yang tak pernah hati-hati memakai mobil yang mama pinjamkan kepadaku, yang pada saat itu tak sengaja menabrak tiang listrik depan rumah. Akibatnya mobilku harus mendekam sementara di bengkel, padahal hanya mobil itu yang bisa membantuku pergi kemanapun yang ingin kutuju.
“hey Vik, tahan deh,, bentar lagi nyampe lho,,hahahaaa?” kata salah seorang bocah itu padaku, ya, namaku Vika Violina, sering disapa vika,, hatiku bertambah jengkel sekali,, betapa mudahnya dia ucapkan kata itu padaku,, untung saja kita sahabatan sudah lama, kalau tidak, sudah aku gampar bocah itu,,,hufft,lebih baik aku diam saja,, daripada harus membuat gempar seisi angkot,,
Akhirnya setelah sekian lama menunggu, tiba juga mobil angkot didepan kompleks perumahan kami, betapa melelahkan harus berdesak-desakan, sungguh ku tak terbiasa,,lekas kmi bertiga turun dari angkot,,tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang gadis yang wajahnya tak asing lagi bagiku, ia pun melambaikan tangannya dari jauh, akupun berusaha untuk mengingat siapa dirinya,,,

“Vik, siapa tuh?? Dia ngelambai kearah kita deh!!” Tanya Dimas padaku.
“iya Vik? Cuakep buangett,,,” respon Rangga.
Aku masih berusaha untuk mengingat dan mengingat,, ohhhhhhhh,,,,,akhirnya aku tahu?

“ dia teman lamaku saat masih TK, namanya Juli,, ya, Juli,,” menghampiri Juli.
Aku, Rangga dan Dimas menghampiri Juli, dan mereka pun berkenalan, Dimas begitu senang, tak pernah aku lihat dia seperti ini selama beberapa tahun belakangan ini setelah pacarnya meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya dikarenakan penyakit kronis yang dideritanya, hal itu membuat Dimas terpukul dan setelah kejadian itu tak pernah lagi kudengar ia mendekati seorang wanita, betapa malang nasib dirinya,,
“Vik, kamu kok ga’ pernah bilang kalau kamu punya temen cakep?? “ tanya Dimas setelah pulang dari rumah Juli.
“cieeeee cieeeeee,,,,ehemmp,,,,” olok Rangga.
“ hey kamu apa-apaan sihh.. biasa aja kaleeee,,,” sambil senyum-senyum,
“ udah deh,, pas umur dia 5 tahun, orangtuanya pindah tugas ke Batam, dan dia kesini paling Cuma lebaran doang, kerumah bibinya”jawabku.
“tapi sekarang dia kan udah pindah lagi kesini, jadi kita bisa temenan dong sama dia, sambil nyomblangin temen kita yang satu itu tuh! Haaaaaaahaaa,” menunjuk kearah Dimas.
“oke, tenang aja sob,” jawabku ikut mendukung Rangga, dan dilihat dari wajah Dimas pun, kelihatan mau banget,, siip deh.
•••
Sorenya Juli datang kerumahku, menyakan kabarku, bagaimana keadaan disini sekarang, tentang kedua sahabatku dan dia juga mengtakan bahwa dirinya akan pindah sekolah di sekolah yang sama dengan sekolah kami. Begitu senang aku mendengarnya, jadi tak perlu repot-repot untuk nyomblangin dia dengan Dimas, lebih dekat tentu akan lebih cepat prosesnya, he,,,heee,,. Aku juga sudah mengatakan bahwa Dimas naksir padanya sejak pertama bertemu,, tampak dari wajahnya yang mungil pun mengatakan hal yang sama, senyumannya yang manis, sama saja seperti senyumannya saat kami masih duduk di TK, beberapa tahun yang lalu. Akhirya dia membuka mulutnya,
“oh, temen kamu yang cuek itu?” jawabnya.
“ tapi kamu jangan salah, dia itu orangnya baik banget,” jawabku,, promosii,,hahahaa,
“emmmmpppp,, aku jadi ga’ sabaran pengen cepet temenan sama kalian,”
“ yuppss, malam ini kamu kerumah aku saja, kebetulan kami sering belajar bareng, tentu ada Dimas dan juga Rangga,, okkehh,,”
“ tentu” jawabnya.
07:00
Dimas dan Rangga sudah sejak tadi berada dirumahku sambil menunggu Juli yang sangat di nanti-nanti,,
“tampaknya ada harapan,coy,,,, ”yakin Rangga kepada Dimas.
“ tapi kamu harus berjuang,,,, jangan sampai dia diambil orang” kataku
“ betul itu. Kamu juga harus belajar dari pakar cinta seperti diriku ini,,,hahaha,” Rangga promosi.
Rangga memang bisa dikatakan playboy, kapan saja dia bisa mendapatkan seorang cewek, entah jurus apa yang ia pakai, sehingga banyak kaum wanita yang tergila-gila padanya. Hufft, menurutku, begitu sakit rasanya menjadi pacarnya yang telah ia sakiti,,tak bisa lagi menghentikan dia, kata-kataku untuk tidak lagi mempermainkan perasaan cewek tak pernah ia dengarkan, masuk telinga kiri, keluar telinga kanan.
Semua tertawa melawan keheningan kompleks perumahan, akhirnya terdengar juga bunyi bel yang sangat-sangat ditunggu sang Dimas. Juli pun menampakam pesona dirinya yang semakin membuat dimas kleper-kleper,,diam tak berdaya, tapi kutahu matanya hanya tertuju pada satu arah yaitu juli, Juli juga begitu, mereka berdua tampak malu-malu, aku dan Rangga hanya bisa memberi semangat lewat isyarat-isyarat tubuh, jadi intinya malam ini tidak ada belajar bereng yang ada hanya malam perkenalan, dan menjadi malam yang tak terlupakn bagi seorang Dimas, menurutku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s