AKHIR DARI PERSAHABATAN: EPISODE 2

Kami pun kini berteman akrab, dan personil kami pun bertambah dari tiga menjadi empat, kami sering pergi bersama-sama, dan melakukan hal bersama-sama, tak kusangka Juli begitu cepat akrab dengan kami, serasa sudah kenal lama.
Berhari-hari, bahkan berminggu-minggu menunggu waktu kapan Dimas akan mengungkapkan perasaanya kepada sang dewi Juli, menurutku pun dimata Juli tersirat tanda-tanda cinta, tapi entah mengapa Dimas masih merasa ragu untuk mengungkapkannnya, mungkin Dimas masih trauma dengan rasa sakit yang dulu,
Disekolah, atau dimanapun tak henti-hentinya aku memberi semangat kepada sahabatku itu,

“coy, kamu itu harus berani,,langsung tembak aja kali?”

“ bukan itu masalahnya itu Vik, kemarin pas aku jalan sama dia, aku sudah mempersiapkannya. Tapi kalau diajak ngomong Juli ga berhenti-berhenti, aku kan ga’ enak memotong penbicaraan dia. jadi aku ga’ punya kesempatan buat ngomong.”jelas dimas

“ohh,, berarti kamu belum berani coy!,, kamu itu harus PD didepan dia,”

Dimas hanya mengangguk tanda setuju, dan aku harap dia mengerti apa yang ku maksud. Tiba-tiba pak Bambang memanggil kami berdua, segera kami menemui pak Bambang, ada masalah apa lagi yang akan kami temui, tumben kepala sekolah memanggil kami.

“Vika dan Dimas, lusa kalian akan bapak kirim untuk pertukaran pelajar diluar kota selama seminggu, dan kalian harus siap!

“apa pak???? Jawab kami berdua kaget

“kok mendadak gini sih pak?” sambungku

“iya, bapak juga tahu mendadak, dan kebetula bapak melihat kalian berdua, jadi bapak menunjuk kalian saja, kalian siap kan?
Tiba-tiba Rangga muncul dan memotong pembicaraan,

“ tunggu,tunggu, tunggu, kok aku ga’ diajak sih pak? Rengek rangga

“ hus, kamu ini , minggu-minggu ini kan kamu ada tanding basket antarkota, lagian pertukaran pelajar ini Cuma untuk orang dua kok,”.

“ohh.. iya,ya,, yah aku bakal sepi banget,,”

“da,,,daaa,, Rangga” olok ku dan Dimas
•••

 

Sudah 6 hari berlalu,,,

Terasa sepi tanpa Rangga, Dimaspun merasakan apa yang sedang kurasa.

“hufftt,,sepinya tanpa Rangga ! juli juga? Ga ada kabar sama sekali” celotehku

“ mungkin mereka lagi sibuk kali,” Dimas mencoba menjelaskan

“ emangnya mereka ga’ kangen sama kita? Tega!”

“ya udah, jagn negatif teruslah, aku ke warung dulu ya, beli minuman” sambil berjalan meninggalkanku yang sedang dilanda negatif thinking.

Tak berapa lama setelah Dimas meninggalkan aku, handphoneku berdering, bertanda ada yang memanggil, ya itu telepon dari rangga yang sangat ku tunggu akhirnya datang, tak sabar aku ingin berbicara padanya, jujur aku memang mempunyai rasa yang berbeda padanya, mungkin aku terlalu sayang atau aku jatuh cinta padanya, semua pikiran itu kubuang jauh, aku hanya ingin Rangga selalu menjadi sahabat aku,, buang jauh-jauh,,huss,,

“malam Vika?” sapa Rangga

“malam juga? Ga, kamu sibuk ya, kok sms dan telepon aku ga’ pernah kamu respon?” tanyaku

“kamu kangen ya sama aku” oloknya, “ sebenarnya aku Cuma mau tanya, kira-kira Juli ada ga’ sih perasaan sama aku?”

Aku jadi mendadak bingung, ternyata dia telepon aku cuma mau tanya perasaan Juli padanya, jangan-jangan ni anak ngigau kali, aku berpikir pasti ini Cuma akal-akalan Rangga untuk nyemburuin Dimas,” ya, aku ga’ tahu ga? Tanya aja sama Julinya?” jawabku. Dengan tiba-tiba telepon dari Rangga langsung terputus, ngigau kali ni orang, tapi kenapa dia nanyain yang kayak gitu, pikirku.

Dimas pun tiiba membawa dua minuman kaleng, yang satu untukku, dan yang satu untuknya, dia melihatku begitu gugup, dan membuatnya bingung,

“ada apa Vik? Kamu baik-baik saja kan?” tanyanya padaku, aku semakin gugup dan takut harus berkata apa,

“hmmmp, tadi Rangga nelepon aku,dan tiba-tiba dimatiin, ga’ ada basa-basi nanya apa kabar kek, lagi ngapain kek, malah nanyain apakah Juli ada perasaan padanya? Gila tu orang, ngingau,”

“apa?” respon Dimas menjadi dingin, dia begitu kaget

“ hahaha,, nggak kok, aku ga’ percaya Rangga setega itu sama kamu” jawabku berusaha menenangkan Dimas

“ya, aku juga percaya sama Rangga” jawab dimas, tapi raut wajahnya masih tersirat perasaan khawatir dan ragu, dibalik senyum manisnya.

•••

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s