BUMIKU SAYANG BUMIKU MALANG

nafas q terengah-engah tak sanggup lagi jantungku mengembang, kakiku terasa begitu berat. Langkah yang semula besar,semakin mengecil dan mengecil. Kuraih semua dahan2 dan ranting2 yang bisa mebuatku bertahan dan terus mendaki menuju puncak bukit kejora,

 

aku mulai merangkak, berpacu dengan waktu yang terus berjalan, sempat keputusasaan menghampiri, tapi ku teringat mimipi2ku yang ingin aku raih, dan kukatakan bahwa aku takkan menyerah.

 

akhirya sampai ku di puncak bukit,pandangan begitu kabur,,

mencoba menormalkan denyut nadi yzng masih berdegum kencang,,

mungkin aku masih dalam keadaan setengah sadar,

kupejamkan mataku sejenak,,

ku buka kembali,,

1

2

3

kulihat disekelilingku, hamparan sebagian kcil dari pulau bangka belitung terlihat jelas,,

 

 

 

hijau,,,

 

 

 

tapii,,

 

 

 

ku juga lihat begitu banyak kolam2 susu ,,,

teman-temanku berkata “kurap pulau bangka”,,

aku hanya tertawa, sambil melihat sekeliling pandangan yang dapat kulihat,

hatiku begitu perih, bumiku telah hancur, dan mau tak mau pasti suatu saat kan datang kemurkaannya,

bagimana kita mau berlindung?

pulau sekecil ini mudah tenggelam, daratan yang tak lagi utuh oleh pertambangan,,

tuhan maafkan kami,,

2 thoughts on “BUMIKU SAYANG BUMIKU MALANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s