AKHIR DARI PERSAHABATAN: EPISODE 5

•••
Malam ini terasa dingin tak seperti malam-malamku di hari kemarin. Langit yang redup tanpa berteman cahaya bintang menerangi dunia. Yang ada hanya cahaya bulan yang samar-samar tertutup awan hitam. Lukisan alam ini seolah-olah mewakili kegundahan hatiku, sepi, sendiri, dan aku tak tahu apa yang kan aku lakukan , aku berusaha mencari kesibukan agar aku tak tampak seperti orang bloon dimalam kelabu ini.
Dalam benakku hanya ada pikiran tak baik tentang akhir dari persahabatan kami. Yang membuatku semaki heran mengapa sekarang Rangga malah ngejauhin aku, padahal apa salah aku, seharusnya adalah Dimas yang ngejauhin dia, tapi toh Dimas bersikap biasa saja, tapi kenapa Rangga begitu dingin padaku, sungguh aku tak tahu, , semaki membuatku bingung. Yang anehnya lagi aku mempunyai perasaan yang berbeda terhadap Dimas. Memang setelah kejadian itu membuatku sering menghabiskan waktuku bersama Dimas, habis Dimas berkata bahwa dia sulit Untuk kembali akrab seperti dulu dengan Rangga, apalagi sikap rangga yang dingin padaku, semakin membuatku selalu berada di samping Dimas. Ya tuhan apakah mungkin rasa simpatiku terhadap Dimas sudah berlebihan, hingga aku merasa aku ingin tetap selalu disampingnya?, hatikupun berdebar saat didekatnya, rasa rindupun hadir saat ku tak disampingnya? Semua rasa itu berusaha kuhilangkan, aku akan melawan semua rasa itu, aku berusaha meyakinkan diri bahwa rasa itu hanya sementara waktu, hanya rasa cinta untuk sahabat, itu yang kuharapkan.
Tapi apa daya, semua tak seperti yang kuharapkan. Diriku semakin tenggelam dalam perasaan ini. Aku yang tak pernah mengerti apa itu cinta? Tertuntut untuk ingin merasakannya. Baru pertama kalinya aku merasakan rasa ini, mungkinkah ini cinta pertamaku? Cinta yang dimulai dari sahabat. Aku berpikir seandainya Dimas tahu apa yang kurasa, ya tuhan? Aku tak bisa membayangkannya? Pasti dia pun akan ngejauhin aku? Tinggallah aku sendiri,, ohhh tidakkk,, semua itu adalah mimpi terburuk dalam hidupku, saat sahabat meninggalkan aku. Lebih baik aku pendam saja rasa ini, aku simpan rapat-rapat derap yang kurasa. Walau terkadang perih, sangat perih, rasa ini tak akan hilang. Berjuta pilihan silih berganti berusaha mendekatiku, tapi kenapa aku tak bisa, semua ku tolak, apakah Dimas alasannya? Aku takut kehilangannya, begitupu saat ada yang mendekati Dimas, semakin aku takut kehilangan dia, ya tuhan aku mohon buang rasa ini, sebelum aku benar-benar jatuh dan perih.
•••
Sampai sekarang aku belum tahu apa penyebab Rangga bersikap dingin padaku. Aku sengaja membiarkannya, karena aku pikir ini hanya masalah kecil atau telah terjadi kesalahpahaman kec il yang memang sering terjadi dalam persahabatan. Karena pemikiranku yang sepele dan tidak pernah inigin mencari tahu atau pun meminta maaf, karena biasanya masalah dan pertengkaran dalam persahabatan akan selalu cepat selesai tapi yang ada, masalah ini tak kunjung akhir dan semakin membuatku penasaran.
Tak kusangka pagi ini Rangga mengirim sms padaku, dengan semangat dan penasaran apa isinya, aku harap ada alasan mengapa dia bersikap dingin padaku selama ini. Ku buka, aku terkejut isinya hanya sebuah pertanyaan.
Menurutmu, apa makna sahabat bagimu?
Ku jawab pertanyaan itu dengan apa yang ada dalam hatiku,
Sahabat adalah seseorang yang selalu ada saat suka maupun duka. Sahabat bukan sekedar teman, sahabat adalah orang yang benar-benar mengerti keadaan kita.
Tak kusangka Rangga menjawab pesanku,
Tapi apakah yang dinamakan sahabat, ketika sahabat sedang dilanda masalah, dia hanya mengatakan hati-hati ya?
Hatiku perih membacanya, entah kenapa jantungku begitu sesak, ku ingat-ingat kembali, aku pernah ucapkan ini pada Rangga, apakah ini penyebab selama ini mengapa Rangga bersikap dingin padaku?, ternyata hanya kesalahpahaman antara aku dan Rangga yang sebetulnya tak tahu apa yang terjadi. Langsung aku menelepon Rangga, diangkatnya aku langsung berbicara,
“ ga, kamu kenapa? Kalau ada masalah cerita dong? Aku kan bisa bantu?”
“ ngga ada apa-apa kok?” jawabnya singkat
“ terus, kenapa kamu ngirim sms begituan sama aku? Kalau ga salah aku pernah katakan hati-hati ke kamu? Iya nggak?”
“ ya, mana aku tahu? Ga ada apa-apa kok? Jangan khawatir” jawabnya
“bener ga? Aku pernah ucapin itu ke kamu? Biar aku jelasin ga? Kamu nggak tahu bagaimana cerita yang sebenarnya, pada saat itu…….”
“ ga ada apa-apa kok vik? Celotehnya memotong pembicaraanku, padahal baru saja aku ingin menjelaskan kejadian sebenarnya mengapa aku mengucapkan kata hati-hati padanya. “beneran?” tanyaku lagi yang sedikit tak percaya. Bukannya sedikit tak percaya tapi sangat tak percaya.
“ iya!” jawabnya singkat, dan langsung memutuskan telepon. Semua ini membuat aku yakin bahwa ada sesuatu yang Rangga sembunyikan dari aku, aku harus mencari tahunya.
Beberapa hari kemudian aku sibuk mencari informasi, tentang Rangga, aku mencari siapakah teman rangga selama Rangga tak berhubungan dengan kami. Siapa tahu Rangga menceritakan sesuatu kepada temannya itu, karena aku tahu dengan rangga, kalau dia sedang dilanda masalah, dia takkan bisa menyimpannya sendiri, pasti dia akan menceritakan kepada teman-temannya apa yang ia alami. tentunya aku melakukan ekspedisi ini tanpa sepengetahuan Dimas, aku tak mau mengikutcampurkan dia dalam masalah ini, takutnya akan semakin rumit. Tapi pencarianku tak kunjung membuahkan hasil, sudah kutanyakan pada semua teman-teman yang pernah nongkrong bareng Rangga selama Rangga tidak berhubungan dengan kami.
Ada sebuah nama yang masih mengganjal dihatiku, hanya dia yang belum ku introgasi, dia adalah mantan Rangga, ya, Juli, mungkin dia, hanya dia harapanku.
•••

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s