AKHIR DARI PERSAHABATAN EPISODE 7

•••

“Dim, cewe kamu anak mana sihh??” tanyaku

“itu, anak kompleks D, baru 2 bulan yang lalu pindah???” jawab Dimas

“hah, masak sih?? Berarti ga terlalu jauh dong dari kompleks kita..” senang nya ku dapat info ini jadi aku bisa mengetahui latar belakang si nenek sihir kegatelan itu,, hihihi,. Kuharap Dimas tak curiga dengan pertanyaanku. Dan jangan sampai ia tahu apa rencanaku.

Siangnya, sepulang sekolah,

Aku tak tahu, kulihat Dimas dan Rangga sudah terlihat begitu akrab??.. akhirnya membuatku lega,, akhirnya kita bisa  bersama kembali, entah bagimana prosesnya??mungkin waktu yang hanya bisa menjawab semua.  Bilamana memang kami sudah ditakdirkan bersama, tapi mangapa sekarang aku yang bertingkah,?? Aku menyukai Dimas, ya tuhan, aku sayang dia, . aku begitu takut bila dia nanti  jauh dariku, aku takut kehilangan dia, tuhan, tolong artikan perasaanku ini,,,

Diam-diam aku pergi meninggalkan mereka tanpa sepengetahuan mereka berdua. Aku pergi menelusuri kompleks D, aku ingin mencari informasi tentang Letisna, entah mengapa sepertinya, kakiku bergerak dengan sendirinya. Saat ku sudah berada di gerbang kompleks, aku merasa  takut, karena aku tak terbiasa berjalan sendirian. Kulihat di ujung kompleks, ada anak-anak muda yang bermain Bola basket( atau mungkin seumuran dengan ku) ya, aku tak tahu pasti, karena aku melihat dari kejauhan. Aku mendapat informasi katanya Letisna sering nongkrong sambil main basket di kompleksnya. Aku mendekati lapangna  basket dengan ragu-ragu, hah, cemas, berada dikompleks orang sendirian lagi, nanti giman kalau aku diculik, di todong, atau apapun lah yang negatif-negatif… mengerikan.

Sampai disudut lapangan, kuliaht sejenak mereka yang bermain bola basket, terlihat begitu serunya, hingga ku pun terbawa permainan. Tampa kusadari, bola meluncur kearahku tepat didpan muka ku…haaah, aku tak bisa mengelak lagi, seseorang berteriak awas, tapi aku terlambat ………….

…………………………………………………….dan,

….

….

 

???

Kubuka mataku sejenak,terasa berat, kepalaku pusing, ku lihat ada seseorang laki-laki berada disampingku, aku tak kenal dia… aku terkejut dan langsung beranjak..

“ hah, aku dimana? Kamu siapa?”

“ akhirnya kamu sadar juga?? Kamu tadi kena bola yang aku lempar.. maaf ya?” jawabnya

“ apa, enak saja kamu,??” kupegang kepalaku, terbungkus perban. Tiba-tiba aku merasa pusing.

“ lebih baik kamu diem aja dulu,! Kepalamu itu terbentur keras banget psa aku mau ngoper bola?” jelasnya padaku. “ maafin aku ya?”

“aku mau pulang saja, maafnya nanti saja lah??” jawabku dengan nada kesal. Aku beranjak dari sofa.

“untung aja  aku masih peduli sama kamu, kalau nggak, udah aku tinggalin kamu. Saudara ku bukan, teman ku bukan??, itu karena aku merasa mempunyai tanggung jawab, telah membuatmu jadi begini! Jadi biarkan aku  membayar semua kesalahanku!” kemudian menuntunku kemobil. Aku hanya terdiam, ikuti saja apa maunya.

Didalam perjalanan…

Aku lagi-lagi hanya diam, tak berkata apapun, membisu,,, tapi  jujur aku ingin tahu?? Mengapa dia begitu peduli padaku,, akupun ingin tahu namanya,, yahh,, tapi aku harus punya gengsi dong!. Akhirnya dia membuka suara dan memecah keheningan yang sempat tercipta.

“Rumah kamu dimana?” tanyanya padaku.

“kompleks A no. 15!” jawabku  singkat

“ okeh!,,, segera menuju ke TKP! Ternyata rumah kita nggak terlalu jauh ya? Aku pindahan lho, dari Bandung,  baru 3 bulan,,?” aku hanya terdiam, menatap kearah luar mobil,” kok kamu sinis banget sih?.. masih marah? Oke,, aku akan ngelakuin apapun agar kamu mau maafin aku,, pliss!!”

Aku berfikir cowok ini aneh banget, peduli banget sama aku,, hmm aku berpikir sejenak,, aku punya rencana. Akhirnya tiba didepan rumahku… aku keluar dari mobil, dia menggiringiku sampai pintu,

“ udah disini aja.” Kataku

“ terus, tawaran aku tadi gimana?” tanyanya

“besok datang kerumahku jam 3, awas jangan telat!”

“ ada apa? Kamu mau ngajak aku ngedate?”

“ wuiiih,, enak saja, datang saja besok!”

“ okeh, aku pulang dulu” dia menuju ke mobil, ketika sampai di pagar, dia berhenti dan membalik arah.” Hey, nama kamu siapa?” tanyanya dari kejauhan

Aku menjawab” namaku vika!”dan langsung masuk kerumah.

“Namaku Rendy!” jawabnya. Aku sama sekali tidak jelas mendengar teriakannya. Aku menyimpulkan  namanya adalah undy.. hah norak banget! Tapi aku bisa memanfaatkan dia untuk menjalani misiku.. hahahah, aku tertawa puas, tak sadar mama sudah berada di depanku, bingung melihat kepala anaknya dibalut perban.

“vika, dari mana saja kamu? Kepala kamu kenapa? Jangan-jangan kamu berkelahai?” tanya mama padaku

“ah,, mama, ini Cuma kena bola, nggak apa-apa kok” aku langsung menuju kamarku,  dengan wajah senyum. Mama geleng-geleng ,melihat tingkah anaknya yang sedang sakit, tapi malah senyum-senyum. Ntah kenapa rasa pusingku hilang, hahahah,. Yang penting besok ada misi penting bersama undy.

•••

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s