AKHIR DARI PERSAHABATAN EPISODE 8

•••
Siangnya,
Ternyata undy menepati janjinya, ia datang. Kami langsung menuju misi kami, dan ia bertanya padaku, adpa yang sebenarnya akan aku lakukan, aku hanya menjawab ada aja.. hahaha,, bikin dia penasaran.
“kita mau kemana nih, ke mall, cafe??” tanyanya
“go to kompleks D”
“hah,,ngapain ke kompleks ku,, hah, repot-repot jemput kamu, ternyata hanya mau ke kompleks aku?”
“jadi nggak ikhlas neh?” kataku sinis, entah kenapa , aku ngomong sama ni orang kok sinis banget, biasanya nggak pernah deh,,:/
Akhirnya kita sampai di kompleks D, dan kami mulai menyusuri kompleks dengan jalan kaki. Kulihat kesekeliling, kuharap aku menemukan sosok Letisna, undy pun sepertinya bingung mengapa aku terlihat seperti anak autis.
“Kamu cari siapa sih?”
“ udah, ikut aja, ntar kamu juga bakal tahu?”
Undy pun mengikutiku,hahaha,, lucunya. Hingga kami sampai di sebuah taman kompleks, kulihat Letisna sedang terlihat jogging sore, aku mengintip dia di belakang dedaunan. Undy heran melihatku,
“kamu ngapain sih?”tanyanya heran, “Sembunyi-sembunyi segala?”dia melihat juga kearah Letisna.”dia? kamu mau cari dia”
Aku mengangguk. “iya undy?”
“ hey namaku bukan undy? Rendy tahu?”
“ahh.. terserahh,, mau Undy, mau Rendy, terserah aku dong mau pangil apa?”
“e,, kamu,, keripik, inget nama aku Rendy!”
“enek aja keripik, nama aku Vika tahu, VIKA!”ku melihat kearah Letisna, kulihat ia tidak ada lagi. Ah,, gara-gara undy nih,,” hah. Kan tuh cewe dah ngilang lagi? Kamu sih?”
“kamu yang mulai tahu? Inget nama aku Rendy?”
“ah,, masalah nama aja dari tadi yang diurusin, iya Rendy. Ayuk kita cari lagi tuh cewek!” aku memegang tangannya tanpa sadar, dia melotot, aku pun cepat-cepat melepasnya. ”sorry?”kataku
Kami menyusuri kompleks, tapi tak jua bertemukan Letisna, hingga akhirnya kamipun mengakhiri dengan duduk-duduk di taman. Rendy menbuka pembicaraan.. yah,, aku sudah tahu namanya, namanya adalah Rendy,,
“ kamu sebenarnya mau ngapain sih Vik, nyari cewek itu, si Letisna?” tanyanya
“nggak apa-apa?”
si Letisna itu kan pacaran sama anak XI IPA2??”
“ iya,, itu temen aku, aku Cuma ingin tahu latar belakang Letisna itu,”
“hmm, kamu cemburu yah,, kan biasanya sering banget kejadian sahabat jadi cinta?”
“hmm,, may be yes, may be no? Ntah la Ren, aku juga nggak ngerti sama persaan aku sendiri” dalam hatiku, kok aku bisa jujur y sama ni anak.” Lo jangan bilang siapa-siapa ya?”
“o, tenang, aku akan bantu kamu untuk mengartika perasaanmu itu”jawabnya
“hmm,. Btw, kok kamu baik banget sih, sama aku, peduli sama aku, padahal aku kan jutek banget sama kamu?”tanyaku
“hmm, sebenarnya,,” berdiri dari tempat duduknya.” Kamu mirip banget tahu nggak sama mantan aku, Vik,,”
“terus dia diman Ren?tanyaku penasaran, ternyata wajah aku pasaran juga ya,,
“dia udah meninggal, Vik?”jawabnya sedih
“dia meninggal kenapa Ren, maaf ya, aku sudah membuatmu sedih?”
“hmm, tak apa Vik, dia meninggal karena sakit sirosis hati, dia tak pernah bilang bahwa dia sedang sakit, dia selalu ceria didepanku, walaupun aku sering melihat dia batuk darah, muntah darah, ia selalu menyembunykannya dihadapanku, saat aku bertanya mengapa, ia hanya menjawab tak apa-apa. Sejak dia meninggal, aku tak pernah lagi pacaran, berhubungan dengan orang lain, aku menyendiri. Hanya kepadamu aku menceritakan semua ini, selama ini aku tersiksa karena perasaan yang terpendam, tapi saat aku bertemu kamu, aku berani untuk menceritakannya padamu.”
Aku terdiam, kulihat rendi menitikkan air mata, sungguh kisah yang mengharukan, aku pun hampir nangis mendengarnya. Hah, untung saja akju belum pernah pacaran.”maafin aku ya, kalau aku mengingatkan kamu sama alm. Mantan kamu?”
“yahh, nggak apa? Yang penting aku sudah merasa sedikit lega, lkarena bebanku sudah kubagi denganmu” menoleh kearahku
Aku beranjak dari bangku, tersenyum melihatnya” kuyakin suatu saat kau kan dapatkan yang terbaik?”aku tersenyum padanya. Aku harap, aku tak membuatnya tambah sedih. Dia tersem=nyum balik padaku, baru kali ini ku melihatnya begitu senyum begitu simetris, sejak pertama jumpa, kusadari itu adalah senyum yang berasal dari hati yang paling dalam.
“okey, petualangan kita untuk mhari ini hanya cukup sampai disini? Lanjutkan besok?okey,, senyum dong?” hahaha,, begitu senang aku membuatnya tersenyum.
Akhirnya Rendy mengantarku pulang..
•••

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s