AKHIR DARI PERSAHABATAN EPISODE 9

•••
Aku nggak nyangka banget, bahwa kecelakaan kemarin membawa berkah untukku, kata dokter gangguan2 yang dulu sering kualami semenjak kejadian waktu ku kecil, sekarang sudah pulih total,, haha, ni bola emang membawa berkah, dan Rendy, aku bisa manfaatin dia untuk sementara waktu ini untuk memata-matai si letisna. Walaupun Cuma 1 minggu, ya, aku memberi syarat 1 minggu untuk menemaniku memata-matai Letisna, baru aku mau memaafkan dia. Padahal aku nggak marah-marah amat, tapi karena keadaan mendesak, mana dia ngotot banget pengen aku maafin dia.
Sore ini aku menelpon Rangga, aku mau minta tolong temenin ke toko buku. Tapi apa jawabnya? Dia mau nemenin cewe barunya ke salon??ahh,, sebel, lebih baik minta tolong sama Rendy sambil menjalankan misi.
Beberapa hari dalam misi ini, tak kulihat perkembangan apapun, jarang kami dapati Letisna. Dia sering sibuk, latihan inilah itulah, ga ada yang menarik, ngebosanin, itu-itu aja, akibatnya kami sering melenceng pergi kelain tempat, ke alun-alun, ke mall, ke pantai.. jadi ngga fokus lagi dengan rencana. Jadinya aku sering keluar bareng Rendy ketimbang Rangga dan Dimas, mereka bertanya-tanya kemana aku beberapa hari ini, ya aku hanya menjawab pergi sama temen, nggak mau si Dimas Tahu apa Misiku yang sebenarnya. Bersama Rendy, aku ngerasa nyaman banget, ketawa terus, ternyata dia orangnya humoris, buat aku tersenyum, hilang lah segala beban yang ada pada diriku. Jika malam ku mengingat kembali kejadian-kejadian saatku bersamanya, aku bisa terrtawa sendiri jika mengingatnya,, hahaha, kadang dia ngeselin, tapi dia juga ngangenin, oh no, jangan bilang aku jatuh cinta sama dia.
Hari ini adalah hari ketujuh, berarti ini adalah hari terakhir aku bermisi bersama Rendy, jujur aku sudah melupakan misiku tersebut, aku hanya ketagihan untuk jalan bareng Rendy. Sore itu aku melihat letisna dari semak-semak, baru saja aku mau memberitahu rendy bahwa ada Letisna, tapi tak kudapati lagi sosoknya, aku heran, tiba-tiba ada seseorang berada dibelakang kami.
“hey, kenapa kalian disini?” mengejutkan kami, aku terkejut saat melihat bahwa itu adalah letisna, orang yang selama ini kami mata-matai.. aku jadi deg-degan, takut.. tampaknya dia tahu bahwa kami memata-matai dia.
“ kit,, kita lagi main petak umpet nihh,, ya kan Ren? Sekarang giliran kamu yang jaga kan Ren?” jawabku spontan.. Rendy pun mengguk, tak kuasa kami menahan tawa.
“eh,, vik sekarang giliran kamu yang jaga kan??? Kamu mau ikut main??” tanya Rendy pada Letisna, semakin membuatku ingin tertawa. Sebuah skenario yang indah,, hahaha
“vik, nama kamu Vika??”
Aku terkejut, “ ya, nama aku Vika? Emang nya kenapa?” tanyaku
“kamu temannya Dimas?”
“ iya,” jawabku, hufftt kok dia bisa tahu?? Pasti Dimas Pernah cerita tentangku pada Letisna, pikirku.
Tiba-tiba hp Letisna berbunyi,” iya, bentar lagi? Dim, aku bertemu Vika, teman kamu, sedang di taman, sama cowoknya?” kata Letisna pada Dimas, aku tahu pasti itu dimas yang nelpon.
Hah, kurang ajar ni cewek , aku diaduin sama Dimas, dibilang sama cowok lagi.” Hey, kita Cuma temen kok,, Cuma temen !!” kataku pada Letisna, padahal aku tak bermaksud untuk mengatakan hal tersebut, dan aku melihat wajah rendy yang berubah, ya tuhan aku mengatakan apa barusan??.
“ Vika, kamu disuruh Dimas kerumah aku, disana juga ada Rangga. Nggak jauh kok dari sini”
“ ya deh” kataku, aku tak mau letisna jadi curiga pikirku, aku mengajak Rendy untuk ikut.
Sampai dirumah Letisna, ternyata memang benar, Dimas dan Rangga ternyata memang berada dirumah Letisna, tiba-tiba Datang menghampiri aku dan Rendy, rangga menyusul dibelakang.
“ o,,,, ternyata ini kerjaan kamu selama ini, sampai lupa sama kita?” kata dimas kasar
“ kamu kok gitu, ini buka seperti yang kamu pikirkan Dimas!” jawabku balik
“ jadi cowok ini yang sudah bikin kamu jadi kayak gini Vik?”
“eeh,, jangan bawa-bawa dia. ” jawabku
“sudahlah, aku tahu dia pacar kamu kan?” Rangga pun ikut bicara
“bukan, aku ngga suka sama dia,,? Jawabku keceplosan. Aku nyesel sudah ngomong kayak gitu, haduhh,, muka Rendy jadi berubah total.
Rendy pun membuka mulut.” Asal kamu tahu ya dimas, selama ini aku bantuin Vika menyelidiki letisna, masak kamu tidak tahu? Vika suka sama kamu!!!.
Astaga! Rendy mengatakan semuanya, semua mata tertuju padaku, aku bingung. Rendy langsung meninggalkan Rumah Letisna. “ Rendy!!” teriakku tak mampu membuatnya berhenti tu melangkah. Rangga, Dimas dan Letisna menatapku, “ kalian tak pernah mengerti aku, semenjak kalian punya pacar, aku di telantarkan??” jawabku penuh isak.
Dimas dan Rangga menghampiriku,
“maafin kita ya Vik,” jawab mereka serentak, memegang tanganku, keduanya merangkulku. Aku terdiam penuh isak..
“kamu benar suka sama aku?” tanya Dimas
“dulu iya, tapi sekarang nggak lagi, sudah ada yang aku sukai sekarang, dan dia lebih baik dari kamu?” jawabku
“aku tahu siapa dia Vika” kata Letisna, aku berhenti sejenak dalam tangisan.” Dia adalah laki-laki yang tadi bukan? Aku tahu dari sorot matanya, dan aku merasa dia suka sama kamu Vika?” jelasnya.
Aku tersenyum, dan sejenak berpikir. Bahwa ternyata perasaanku akan Dimas hanya sebatas teman belaka, waktu yang bergulir menyadarkanku, dan aku telah berpindah hati yaitu rendy, tapi apa yang telahaku lakukan tadi, aku membohongi diriku sendiri, dan membuatnya terluka.
“dan Vika? Apa kamu tak berniat untuk mengejarnya???” tanya Vika
“hmmm”
“betul vik,”sambung Rangga dan DimaS serentak.
Akupun berlari kearah Rendy pergi…………………
Bersambung……
•••
_duniasulis_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s