Putri, jangan berkhayal lagi!

“Tolong!!!… tolong!!”. Teriakku sekencang-kencangnya, hanya itu setahuku yang dapat aku lakukan, dalam situasi serumit ini. Dua perampok hutan terlarang mengejarku, ku akui ini memang salahku, nekat memasuki hutan terlarang, ini karena benny, kucing peliharaanku lari kedalam hutan terlarang. Desaku memang tak jauh dari hutan terlarang, namun para penduduk tak ada yang berani memasuki hutan itu, demi keselamatan lebih baik berdiam diri didalam gubuk.
Kuharap akan datang sebuah bantuan. Aku telah kehabisan tenagaku untuk berlari, sementara perampok itu terus mengejarku. Aku tahu cerita tentang perapok hutan terlarang ini, katanya mereka akan mencari korban mereka sampai dapat. Dan kemudian membunuhnya. Aku bersembunyi dibalik pohon binjai yang besar, memeluknya pun aku tak bisa.aku pikir ini tempat yang tepat untuk bersembunyi, walau aku tahu lambat laun para perampok itu akan segera menemukan keberadaanku. Padahal apa yang ingin mereka ambil dariku?? Aku hanya gadis miskin, tidak membawa apa-apa, pikiranku sudah melayang entah kemana membayangkan apa yang akan terjadi padaku,,, ohhh tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!!.”ayolah siapapun, tolong aku”.
Tak lama kemudian para perampok hampir mendekati tempat persembunyianku. Tanganku gemetar, aku berusaha menenangkan diri. Saking gemetarnya, dedaunan disekitarku ikut bergetar, manari, mengundang para perampok untuk mengetahui apa yang terjadi,, ku dengar suara kaki mendekatiku, aku semakin ketakutan, tenagaku sudah terkuras, apa yang harus kulakukan? Aku bingung. Tapi aku harus segra menganbil langkah terbaik sebelum semuanya terlambat, sebelum para perampok itu mengetahui keberadaanku. 1…2…3… berpikir 3x. Kulangkahkan kaki, q berlari sekencang-kencangnya dengan sisa tenagaku, perampok itu menyadari keberadaanku,, mereka kembali mengikutiku!!! Dan blusku terinjak, aku pun terjatuh.. kakiku terkilir, perampok itu tertawa, dan mendekatiku.
“menyerahlah gadiss, manis?” kata perampok.
“tidak?? Jangan sakiti aku”. aku memelas, sambil memegang kakiku. Tapi perampok itu semakin mendekatiku.” Tolooooooooooooong,,, tolooooooooooong”. Teriakku kembali, berharap ada yang mendengar.
“hahhaa,, tak ada gunanya kau berteriak,, takkan ada yang mendengarr???” ujar perampok kedua
Tiba-tiba datang seseorang berkuda, ia turun dan menghampiri kami.” Hey apa yang engkau lakukan?? Lepaskan gadis itu?” kata pria berkuda itu. Aku merasakan ada harapan, dia seorang penunggang kuda putih, datang menyelamatkan aku.
“siapa kau, beraninya engkau memasuki wilayah kekuasaanku!”kata perampok
“saya pangeran negri seberang? Cepat lepaskan gadis itu!” kata pria, yang ternyata adalah seorang pangeran.” Saya masih mempunyai pengawal dibelakang, menyerahlah!!” kata sang pangeran.
“apa. Enak saja,, langkahi mayat saya, bau saya akan melepaskan gadis itu!”kata perapok menantang.
“okeh, siapa takut, pecundang?”. Pangeran mengambil pedangnya, bersiap-siap melawan kedua perampok. Pertarungan dimulai, aku hanya menjadi penonton sebab, kakiku terasa sakit, berdiripun tak mampu. Aku hanya membantu doa kepda sang pangeran, agar pangeran bisa mengalahkan perampok, dan aku bisa terbebas. Aku berteriak, ketika edang perampok hampir mengenai tubuh sang pangeran, tapi dengan lincahnya sang pangeran dapat menghindarinya. Hatiku kembali tenang, tapi akhirnya salah satu perampok melakukan tendangan kearah perut pangeran, hingga tak dapat dielak oleh sang pangeran. Dan, sang pangeran terkapar, perampok tertawa terkekeh melihat pangeran terkapar, dan langsung mendekatinya,,,
“hahahah, apa kau menyerah?? “ sambil ingin mengayunkan pedang kearah leher pangeran.
“ jangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!!!” teriakku. Aku langsung terbangun. Ternyata aku Cuma bermimpi?? Aku mengelus dadaku, untung saja pikirku,
“ woy, bangun, kamu ngapai sih, dari tadi teriak-teriak mulu??? Malu tau? Dah cepetan turun, kita dah nyampe ditempat tujuan” seseorang membangunkanku, ya dia fikri, teman ku, ya bisa dibilang sahabatku lah. Udah dari kecil temenan.
Aku berusaha mencerna perkataan fikri. “ iya…hoaaaaaaaaaaaaaaaamp, pangeranku mana??” jawabku masih teringat mimpiku tadi.
“hahahaha,,, kamu ini? Kerjaan berkhayalll mulu,, disini ga ada pangerann, khayalan tingkat tinggi mulu!!” fikri menertawakanku
“ahh,, peduli amat., yang penting tdi aku mimpi ketemu pangeran,, guantenggg buanget, dia nyelametin aku,,, cakep,, pokoknya setara sama Morgan SM*sh…” kataku membela
“ngimpi??? Udah,,, angkutin koper kamu?” katanya
Hari ini, aku bersama keluarga fikri pergi wisata ke villa milik mereka di Bogor, untuk mengisi waktu liburan. Rencananya selama seminggu kami berada disini. Papa, mama dan adik fikri, ilham sudah berangkat dari kemarin, sedangkan aku dan fikri menyusul hari ini, karena semalam ada acara promnite, anak kelas XII, dan adek kelas boleh ikutan,, kesempatann makan-makan, hahahaha.
Villa mereka terletak didaerah perkebunan warga, suasana yang asri, aku pernah kesini sewaktu masih berumur 8 tahun, ternyata tak banyak yang berubah. Cuaca yang sejuk, masih banyak pepohonan rindang, aku sangat menginginkan suasana seperti ini, suasana penuh ketenangan, jauh dari kebisingan kota Jakarta.
“putri? Kok bengong sih?, ayo masuk, tante sudah siapin makan siang, pasti laper kan?” kata tante Vira, mama Fikri.
“o.. iya tante, lagi liat pemandangan, ternyata masih kayak dulu ya tante” kataku sambil mengangkat koper menuju rumah.
“tentu donk, villa ini kita rawat, kita ngebayar orang disekitar sini buat ngerawat villa ini”.kata tante vira
“o, begitu,, bagus lah kalau begitu tante” . aku memang sudah dekat dengan keluarga Fikri, mereka sudah ku anggap seperti keluarga sendiri, begitu juga mereka. Rumah kamipun masih tetanggaan. Fikri sering main kerumahku, begitu pula sebaliknya. Kadang ada yang berpikir bahwa aku dan Fikri adek kakak, karena saking deketnya.

Bersambung………………..