Peri Bersayap Koyak

24 Desember 2013

aku telah menjadi seorang kupu-kupu tak tahu indah atau tidak jika ada yang melihat. Dan pada saat aku mulai belajar untuk terbang dengan aku yang merasa bahwa aku masih belia, terbang sendiri ada pula kupu-kupu lain yang sekedar menyapa ataupun mengajak bercengkrama. Kupu-kupu yang lebih dewasa memberikan gambaran-gambaran dunia, aku tak mengerti dan yang terbesit dalam pikiranku hanya bayang-bayang abstrak. Membuatku sedikit bergetar untuk membuka tabir itu. Aku belajar terbang sendiri, tak ada yang memapah, tak ada yang menunjukkan jalan. Kadang pernah aku memancing pembicaraan agar ada yang mau sekedar sedikit berbagi bisa dibilang aku sedikit mencuri perkataan tapi apadaya apakah aku kurang ahli dalam hal curi-mencuri perhatian? Pernah pula aku mencoba mencari arah sendiri malah tersesat dan berhenti, mencoba lagi, tersesat lagi dan berhenti lagi. Betapa tragisnya hidup ini. Dan sekarang aku tersangkut ranting yang berhasil mengoyakkan seluruh bagian sayapku, rasa sakitnya merasuk hingga ketubuh. Tak tahu apakan masih bisa bangkit atau sekedar tersenyum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s