Review: 2013 Luar Biasa, 2013 Luar Binasa

Oke akhirnya dapet keberanian lagi buat nulis dan sempet jalan-jalan ke blog temen dapet ide deh *cling

Kita mulai saja dan tak usah bertela-tela.. so yummy #eh
Jujur yak, dari awal tahun 2013 aku ngerasa akan menjadi tahun yang berbeda dari tahun sebelumnya. Pikiran itu mulai tersirat saat tepat detik pertama ditahun 2013 yaitu 00.00.01 malam, pada saat itu aku sedang merayakan acara tahun baru berbeda dengan sejumlah acara yang lumayan menghibur, ditempat yang berbeda (perantauan) jauh dari orangtua, kehidupan yang berbeda bergaya semimiliter.. ya nikmati saja.. syalalalala

Aku merayakan acara pergantian tahun baru bersama Mahasiswa STPN, ga pernah terbanyangkan aku ada disana, kehidupan yang mungkin agak berbeda, yaitu aku sudah resmi mahasiswa, yang kedua terbiasa dengan peraturan ini itu.. lalalala. Tapi aku mempunyai kebanggan tersendiri saat aku berdiri disana.

Tak mudah menjadi satu-satunya putra daerah yang lolos di perguruan tinggi ini, aku merindukan bahasaku..sungguh. Disaat yang lain bisa bercengkrama dengan teman satu daerahnya.. miris banget gua ;( tapi tak apa, dibalik itu aku merasakan hal yang luar biasa. Aku seperti sudah mengelilingi nusantara tanpa harus menapakkan kaki ke tanahnya. Aku punya banyak teman baru dari Sabang-Merauke 😀 Luar biasa bukan? :D. Aku merasakan betapa sempitnya dunia ini :).

*nyanyi* dari sabang sampai merauke menuju pulau-pulau.. sambung menyambung menjadi satu itulah indonesia… nanananananana *lupa lirik* Baca lebih lanjut

Iklan

Peri Bersayap Koyak

24 Desember 2013

aku telah menjadi seorang kupu-kupu tak tahu indah atau tidak jika ada yang melihat. Dan pada saat aku mulai belajar untuk terbang dengan aku yang merasa bahwa aku masih belia, terbang sendiri ada pula kupu-kupu lain yang sekedar menyapa ataupun mengajak bercengkrama. Kupu-kupu yang lebih dewasa memberikan gambaran-gambaran dunia, aku tak mengerti dan yang terbesit dalam pikiranku hanya bayang-bayang abstrak. Membuatku sedikit bergetar untuk membuka tabir itu. Aku belajar terbang sendiri, tak ada yang memapah, tak ada yang menunjukkan jalan. Kadang pernah aku memancing pembicaraan agar ada yang mau sekedar sedikit berbagi bisa dibilang aku sedikit mencuri perkataan tapi apadaya apakah aku kurang ahli dalam hal curi-mencuri perhatian? Pernah pula aku mencoba mencari arah sendiri malah tersesat dan berhenti, mencoba lagi, tersesat lagi dan berhenti lagi. Betapa tragisnya hidup ini. Dan sekarang aku tersangkut ranting yang berhasil mengoyakkan seluruh bagian sayapku, rasa sakitnya merasuk hingga ketubuh. Tak tahu apakan masih bisa bangkit atau sekedar tersenyum.